Jumat, 21 September 2012

Dominasi Otak dan Pengaruhnya dalam Proses Belajar (Bagian 1)


Ada pepatah mengatakan “Tidak ada murid yang bodoh, yang ada hanya guru yang tidak bisa mengajar.” (sebenarnya aku lupa dari mana asal pepatah ini). Jika dilihat dan dicermati, pepatah ini ada benarnya juga. Karena kita kadang menjadi frustasi mengapa output mengajar kita tidak maksimal, mengapa hanya sebagian murid saja yang dapat menyerap materi yang diajarkan, ada apa dengan murid yang lain? apa mereka terlalu bodoh untuk diajar?

Kesulitan belajar?

Dalam dunia pendidikan kita seringkali tersandung dengan masalah yang satu ini. Siswa seringkali merasa kesulitan memahami materi, bahan ajar, atau konsep yang diberikan. Keadaan ini memang kadang membuat frustasi, baik pengajar maupun siswa. Harapan bagi semua pengajar adalah siswa dapat memahami serta mengaplikasikan semua materi yang diajarkan. Tetapi kenyataanya tidak seperti itu. Ada kendala-kendala yang menghambat proses belajar mengajar.


Kadang-kadang karena kesulitan belajar ini, siswa mendapatkan perilaku dan “merk” yang buruk. Baik itu gagal, bodoh, kurangnya intelegensi dan lain sebagainya. Padahal mungkin ini hanya disebabkan karena cara mengajar dan belajar yang tidak tepat. Bayangkan saja seperti membuka baut 12 dengan kunci 10. Anak ayam saja paham kalau hal ini mustahil dilakukan. Mungkin kita bisa menggeser sedikit persepsi kita terhadap hal tersebut. Bagaimana dengan kunci inggris? Kunci itu bisa membuka baut 12, juga baut 10, bahkan baut dengan ukuran yang lainnya. Bagaimana jika kita menerapkan metode yang benar-benar bisa mencakup seluruh kelas, yang dapat mencakup seluruh siswa yang memiliki latar belakang dan karakter belajar yang berbeda-beda. Kita bisa mengkondisikan kelas agar dapat “menerima” siswa yang memiliki karakter berbeda tersebut, sehingga siswa merasa diterima dan tidak didiskriminasikan oleh sebuah metode mengajar.

Tidak selamanya proses belajar mengajar itu lancar. Kadang-kadang ada beberapa masalah dan faktor yang menghambat. Faktor-faktor tersebut membuat siswa tidak dapat memahami bahan ajar seperti sebgaimana mestinya. Faktor tersebut bisa berupa :

1. Faktor lingkungan dan sosial
2. Faktor intelegensi
3. Faktor psikologis dan fisiologis
4. Metode belajar mengajar itu sendiri
Tidak hanya faktor tersebut itu saja. Ada faktor lain yang juga mengganggu proses belajar seperti :

1. Disleksia (kesulitan membaca)
2. Disgrafia (kesulitan menulis)
3. Diskalkulia (kesulitan menghitung).
Pada saat faktor penghambat tersebut menghadang siswa, mereka cenderung akan menyalakan tanda bahaya dan berusaha untuk menghindar. Ini memang sudah menjadi sifat alamiah mereka. Jika kita menemui salah satu masalah tersebut dan itu berkaitan dengan metode megajar yang kita gunakan, sebaiknya kita tidak memaksakan metode tersebut pada siswa. Akan lebih baik jika kita menerapkan metode yang lebih halus dengan pendekatan yang sesuai dengan sifat belajar alamiah mereka. Manusia diciptakan Tuhan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dengan berpegang pada konsep ini, pasti ada celah yang bisa dimanfaatkan untuk menaikkan efektifitas proses belajar mengajar.

Manusia juga adalah makhluk individu yang sosial. Meskipun memiliki latar belakang yang sama manusia tetaplah berbeda. Manusia memiliki keunikan watak yang berbeda. Yang jelas tidak bisa disamakan antara satu dengan yang lainnya. Konsep dari pemikiran tersebut juga membedakan tiap-tiap manusia dalam menyerap dan memproses informasi sesuai dengan keadaan. Demikian juga dengan teknik mengajar. Belum tentu salah satu teknik mengajar dapat diterapkan pada semua murid. Jika kita memiliki 20 murid dalam sebuah kelas, apakah kita harus menerapkan 20 jenis teknik mengajar untuk setiap murid? Rasanya hal ini terlalu mustahil.

link artikel selanjutnya

http://edukasi.kompasiana.com/2012/06/18/dominasi-otak-dan-pengaruhnya-dalam-proses-belajar-bagian-2/

http://edukasi.kompasiana.com/2012/06/20/dominasi-otak-dan-pengaruhnya-pada-proses-belajar-bagian-3/

http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2012/06/15/tes-dominasi-otak-kiri-dan-otak-kanan/#4210473

Tidak ada komentar:

Posting Komentar